Saturday, March 23, 2019

 ZAT MAKANAN

Makanan merupakan salah satu sumber energi yang termasuk bahan pokok bagi manusia. Selain itu, makanan dapat berperan sebagai zat pembangun tubuh, membantu memperbaiki sel dan jaringan yang rusak serta sebagai pelindung dan pertahanan tubuh. Zat makanan dapat dikelompokkan menjadi (1) makronutrien yaitu zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah banyak seperti (a) Karbohidrat; (b) Protein; (c) Lemak; dan (d) Air, serta (2) mikronutrien yaitu zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah seperti (a) Vitamin; dan (b) Mineral. Berikut ini penjelasan zat makanan sebagai makronutrien:
1. Karbohidrat

Karbohidrat adalah zat makanan yang tersusun atas glukosa. Setiap gram karbohidrat mengandung 4,1 kalori. Karbohidrat terbentuk hasil reaksi fotosintesis: CO2 + H2O → C6H12O6 + O2 Fungsi karbohidrat secara umum adalah sebagai sumber energi utama. Contoh bahan makanan yang mengandung karbohidrat antara lain adalah umbi-umbian, padi-padian, biji-bijian, buah-buahan, dll.
Karbohidrat berdasarkan struktur kimianya damap dikelompokkan menjadi:
1) Monosakarida (C6H12O6), yaitu karbohidrat yang terdiri dari satu gugus gula, dan merupakan monomer disakarida dan polisakarida, contohnya glukosa, fruktosa, galaktosa. Monosakarida mudah larut dalam air dan memiliki rasa manis.
2) Disakarida (C12H22O11), yaitu karbohidrat yang terdiri dari dua gugus gula, contohnya sukrosa (gabungan antara glukosa dan fruktosa), laktosa (gabungan antara glukosa dan galaktosa), dan maltosa (gabungan 2 glukosa). Disakarida agak sukar larut dalam air dan memiliki rasa manis.
3) Polisakarida (-C6H10O5-)n, yaitu karbohidrat yang terdiri dari banyak gugus gula. Polisakarida sukar larut dalam air dan tidak berasa. Karbohidrat dicerna dalam bentuk monomernya, yaitu monosakarida agar lebih budah diserapoleh tubuh.

2. Protein

Protein adalah zat makanan yang tersusun atas asam amino. Setiap gram protein mengandung 4,1 kalori.
Asam amino adalah senyawa yang mengandung satu gugus karboksil dan satu gugus amina.
3
Perhatikan struktur protein pada Gambar 1 di bawah ini!
Gambar 1 Struktur Protein
Sumber: http://www.myrightspot.com/2017/07/jenis-jenis-protein-dan-fungsinya.html
Asam amino berdasarkan kemampuan tubuh membentuk protein dapat dikelompokkan menjadi:
1) Asam amino esensial, asam amino yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh dan hanya didapat dari makanan, maka asam amino ini bersifat penting. Contoh: histidin, arginin, valin, leusin, isoleusin, treonin, triptofan, leusin, metionin, fenilalanin.
2) Asam amino non-esensial adalah asam amino yang dapat dibuat oleh tubuh sendiri. Contoh: alanin, asam aspartat, asam glutamat, sistein, glutamin, glisin, tirosin.

Protein terbentuk dari asam amino melalui reaksi polimerisasi atau reaksi penggabungan asam-asam amino, membentuk ikatan peptida. Fungsi protein secara umum adalah sebagai pembangun dan pembentuk dasar sel tubuh, yang termodifikasi menjadi:
(1) Enzim (biokatalisator);
(2) Hormon (pengatur);
(3) Antibodi (sistem imun);
(4) Protein transpor (transpor molekul),
(5) Protein kontraktil (alat gerak);
(6) Protein struktur (pelindung);
(7) Protein nutrien (cadangan makanan).

Klasifikasi lain dari protein adalah berdasarkan sumber bahan makanannya, yaitu protein hewani dan protein nabati. Agar dapat diserap tubuh, protein dicerna menjadi monomernya, yaitu asam amino.
3. Lemak

Lemak/lipid adalah zat makanan yang tersusun atas asam lemak dan gliserol. Setiap gram protein mengandung 9,3 kalori. 4

Perhatikan sturktur kimia dan pembentukan lemak pada Gambar 2 berikut ini!
Gambar 2 Struktur Kimia dan Pembentukan Lemak
Sumber: https://sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id/sumberbelajar/tampil/Lemak-2016-2016/menu3.html
Fungsi lemak secara umum adalah:
(1) Sebagai sumber energy;
(2) Pelarut vitamin A, D, E, K, dan zat lain;
(3) Pelindung dan bantalan organ dalam;
(4) Pengatur suhu tubuh.

Klasifikasi lemak berdasarkan struktur kimianya dapat dikelompokkanmenjadi:
(1) Lemak sederhana, yaitu yang tersusun oleh satu molekul gliserol dan tiga molekul asam lemak, seperti lilin, parafin, dan minyak; serta
(2) Lemak turunan yang tersusun atas lemak sederhana dan senyawa bukan lemak, seperti lipoprotein (lipid + protein), fosfolipid (lipid + fosfat). Klasifikasi lain dari lemak adalah berdasarkan sumber bahan makanannya, yaitu lemak hewani dan lemak nabati.

Klasifikasi lemak berdasarkan kejenuhannya dalapat dilihat dalam Tabel 1 berikut:
Tabel 1
Macam-macam Asam Lemak Pembeda
Asam lemak jenuh
Asam lemak tak jenuh
Sumber bahan makanan
lemak hewani
lemak nabati
Wujud dalam suhu kamar
padat
cair
Kemampuan tubuh membentuk
non-esensial
esensial
ikatan rangkap C
tidak ada
ada


Agar dapat diserap tubuh, lemak dicerna menjadi senyawa paling sederhana, yaitu asam lemak dan gliserol.
5

4. Air

Air adalah zat makanan sederhana yang paling penting di dalam tubuh. Air merupakan senyawa sederhana yang mengandung unsur H dan O dalam bentuk H2O. Setiap gram air tidak menghasilkan energi. Air memiliki fungsi esensial dalam tubuh: 1) Pelarut makanan, vitamin dan mineral. 2) Medium reaksi kimia dalam tubuh. 3) Transportasi zat makanan dan zat sisa. 4) Penyusun sitoplasma sel. 5) Menjaga keseimbangan suhu tubuh.
Secara keseluruhan dapat disimpulkan mengenai zat makanan makronutrien dalam Tabel 2 berikut:
Tabel 2
Perbandingan Zat Makanan Makronutrien Pembanding
Zat Makanan
Karbohidrat
Protein
Lemak
Air
Monomer
Glukosa
Asam amino
Asam lemak dan gliserol
-
Fungsi
Sumber energi utama

1. Enzim
2. Hormon
3. Antibodi
4. Protein transpor
5. Protein kontraktil
6. Protein struktur
7. Protein nutrien


1. Sumber energi
2. Pelarut vitamin A, D, E, K, dan zat lain
3. Pelindung dan bantalan organ dalam
4. Pengatur suhu tubuh.


1. Pelarut makanan, vitamin dan mineral.
2. Medium reaksi kimia tubuh.
3. Transportasi zat makanan dan zat sisa.
4. Penyusun sitoplasma sel.
5. Menjaga keseimbangan suhu tubuh.

Energi yang terkandung (1g)
4,1 kalori.
4,1 kalori.
9,3 kalori.
0 kalori
Sumber
umbi-umbian, padi-padian, biji-bijian, buah-buahan, dll
Protein hewani (daging, telur, susu, dan keju)
Protein nabati (biji-bijian dan kacang-kacangan)
Lemak hewani (susu, mentega, keju, daging)
Lemak nabati (kelapa, wijen, kemiri, alpukat, kacang tanah).
-
Klasifikasi berdasarkan struktur kimia
Monosakarida
Disakarida
Polisakarida
-
Sederhana
Turunan
-



Mineral
Mineral adalah senyawa anorganik yang diperlukan tubuh disamping senyawa organik. Mineral dibagi menjadi makroelemen (banyak dibutuhkan), misalnya K, Na, Mg Ca, P, S, Cl, dan mikroelemen (sedikit dibutuhkan), misalnya Fe, Cu, Zn, F, I, Co, Cr, Mn, Mb, Se.
Vitamin

Vitamin adalah senyawa organik kompleks yang mengatur fungsi tubuh dan mencegah penyakit. Vitamin terbagi menjadi vitamin yang larut dalam lemak dan larut dalam air.
Berikut ini Tabel 3 mengenai Vitamin yang larut dalam lemak.

Tabel 3
Vitamin yang Larut Dalam Lemak Vitamin
Target
Avitaminosis
Sumber
A (retinol)
mata, kulit
rabun senja
sayur, buah kuning merah, hati, susu, daging
D (kalsiferol)
tulang, gigi, metabolisme kalsium dan fosfor
rakhitis, osteoporosis
susu, ikan, keju, hasil laut
E (tokoferol)
eritrosit, otot, kulit
anemia, kemandulan, keguguran
kecambah, minyak nabati, biji-bijian, sayuran hijau
K (filokinon)
protrombin
hemofilia
sayuran hijau, kedelai, hati


Tabel 4
Vitamin yang Larut Dalam Air Vitamin
Target
Avitaminosis
Sumber
B1 (tiamin)
metabolisme, saraf, pencernaan
beri-beri
nasi, roti, telur, daging, buah, sayur
B2 (riboflavin)
kulit, mulut, nafsu makan
keilosis, katarak, dermatitis, diare, hilang nafsu makan
hati, ayam, tuna, susu, telur, biji-bijian
B3 (niasin)
metabolisme, pertumbuhan, hormon
pelagra, diare, dementia, dermatitis
susu, hati, ikan, telur, sayur
B5 (asam pantotenat)
metabolisme, gula darah
radang kulit, insomnia
ragi, hati, telur, daging
B6 (piridoksin)
metabolisme
radang kulit, anemia
sayuran hijau, daging, telur, susu
B7/H (biotin)
metabolisme
depresi, dermatitis
kacang-kacangan, hati, telur
B11 (asam folat)
eritrosit, saraf, asam nukleat
anemia, diare, pertumbuhan terhambat
sayur hijau, hati, daging, pisang, lemon, kacang-kacangan
B12 (sianokobalin)
metabolisme, eritrosit
kelelahan, pusing, anemia
hati, daging, telur, susu
C (asam askorbat)
kerusakan jaringan, luka, tulang, gigi
sariawan, bibir pecah-pecah, kerusakan sendi
brokoli, tauge, jeruk, jambu, anggur, apel


Gangguan tubuh yang terjadi akibat kekurangan atau kelebihan makanan: 
1. Malnutrisi, yaitu keadaan dimana komposisi zat makanan tidak seimbang (defisiensi nutrisi), dapat menyebabkan penyakit lain. 
2. Ketosis, yaitu tubuh mengalami defisiensi karbohidrat. 
3. Kwasiorkor/hongeroedem, yaitu busung lapar, tubuh mengalami defisiensi protein.
4. Obesitas, yaitu tubuh mengalami kelebihan karbohidrat dan/atau lemak. 
5. Hiperlipidemia, yaitu peningkatan kadar lemak dalam darah secara abnormal. 
6. Lipomatosis, yaitu penimbunan lemak dalam darah sehingga membentuk lipoma (tumor jinak). 
7. Marasmus, yaitu keadaan dimana tubuh kekurangan energi sehingga menggunakan energi yang berasal dari protein tubuh. 
8. Avitaminosis, yaitu defesiensi vitamin. 
9. Hipervitaminosis, yaitu kelebihan vitamin. Gejala hipervitaminosis A adalah mual, muntah, pusing, dan penglihatan kabur. Gejala hipervitaminosis D adalah nafsu makan berkurang, otot lemah, konstipasi, dan pucat.






SUMBER MODUL BIOLOGI SMA TERBUKA

Penulis Modul
Anisa, M.Pd (Guru SMA Negeri 2 Purwakarta)
Defi Firman Suparyana, M.Pd (Guru SMA Negeri 1 Ngamprah)
Dida Firgiawan, M.Pd (Guru SMA Negeri 8 Bandung)
Ita Nursinta, S.Pd (Guru SMA Negeri 12 Bandung)
Lilis Warliah, S.Pd, M.T. (Guru SMA Negeri 1 Cisarua)
Susi Martini, M.Pd (Guru SMA Negeri 20 Bandung)

Wednesday, October 14, 2015

KUTU DAUN (APHID SP)

Kutu Daun merupakan hama tanaman yang menyerang pada hampir semua tanaman, mulai tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan.

Kutu daun ada beberapa 3 jenis yaitu :
1. Kutu daun coklat  (Toxoptera citricidus Kirk) 

 

2. Kutu Daun Hitam (Toxoptera aurantii)



3Kutu Daun Hijau (Myzus persicae dan Aphis gossypii)

Mizus







Klasifikasi dari  kutu daun

Kingdom: Animalia
Phylum  : Arthropoda
Kelas      : Insekta
Ordo       : Hemiptera
Famili     : Aphididae
Genus     : Myzus, Aphis, Toxoptera
Spesies   : Myzus  persicae, Aphis gossypii, Toxoptera, aurantii, Toxoptera citricidus


Bioekologi

          Secara umum kutu berukuran antara 1-6 mm, tubuh lunak, berbentuk seperti buah per, pergerakan rendah dan biasanya hidup secara berkoloni (bererombol). Perkembangan optimal terjadi pada saat tanaman bertunas. Satu generasi berlangsung selama 6-8 hari pada suhu 250C dan 3 minggu pada suhu 150C.Secara visual, bentuk dan ukuran spesies-spesies kutu daun ini serupa. 

         Perbedaan antara Kutu Daun Coklat dan Kutu Daun Hitam, terlihat pada pembuluh sayap bagian depan. Kutu Daun Hitam berwarna hitam dan tidak bercabang sedangkan pada Kutu Daun Coklat bercabang dan tubuh berwarna coklat. Bentukkutu kadang-kadang bersayap, kadang-kadang tidak bersayap, seksual atau aseksual, menetap atau berpindah-pindahtempat. Pada daerah tropis yang  perbedaan  musimnya  kurang  tegas,  kutu  ini  tinggal  pada  inangnya  selama setahun  sebagai  betina-betina  yang  vivipar partenogenesis.  Kutu  dewas biasanya berpindah  tempat  untuk menghasilkan  kutu-kutu baru  yang  belum  dewasa  dan  membentuk koloni baru  
       

Gejala Serangan    
              
            Kutu  daun  ini  menyerang  tunas  dan  daun  muda  dengan  cara  menghisap  cairan tanaman sehingga helaiandaun menggulung. Koloni kutu ini berwarna hitam, coklat atau hijau kekuningan tergantung jenisnya. Kutu menghasilkan embun madu yang melapispermukaan  daun  sehingga  merangsang  jamur  tumbuh  (embun  jelaga). Di samping itu, kutu juga mengeluarkan toksin melalui air ludahnya sehingga timbul gejala       kerdil,         deformasi  dan                 terbentuk puru                pada    helaian          daun. Di antara kutu daun yang menyerang tanaman jeruk, kutu daun coklat dan hitam merupakan yang terpenting karena menularkan virus penyebab penyakit Tristeza.


Pengendalian
     Monitoring diutamakan pada tunas-tunas muda. Pengendalian dilakukan apabila populasi hama ini dinilai bisa menghambat atau merusak pertumbuhan tunas. Sebagai penular penyakti, ambang kendali untuk kutu ini berkisar 25-30 ekor viruliverous. Di alam kutu ini dikendalikan oleh musuh-musuh alami dari famili Syrpidae, Coccinellidae, Chrysopidae. Secara kultur teknis, penggunaan mulsa jerami di bedengan pembibitan jeruk dapat menghambat perkembangan populasi kutu. 

        Untuk pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida berbahan aktif Dimethoate, Alfametrin, Abamektin dan Sipermetrin secara penyemprotan terbatas pada tunas-tunas yang terserang dan apabila serangan parah dapat dikendalikan dengan Imidaklopind yang diaplikasikan melalui saputan batang.

·        #http://saungsumberjambe.blogspot.co.id/2011/10/kutu-daun-aphid-sp.html

 ZAT MAKANAN Makanan merupakan salah satu sumber energi yang termasuk bahan pokok bagi manusia. Selain itu, makanan dapat berperan seb...